Aku mati lunglai

rasanya semua menghilang dengan cepat dari mata ku.
tersandung dengan ribuan kata maaf yang membuatku harus membungkuk berkali-kali.
Capek TaU!!!!!!!
setiap kesalahan yang ku lakukan adalah salah..
tapi apa urusanmu..
aku tak menyentuhmu..
jadi apa aku harus bertekuk badan dan memohon maaf padamu?
wahai padukaku yang agung?
sudah banyak dagingku yang kau cabik, hingga hanya darah dan tulang yang tersisa.

dulu disebuah perkampungan yang luas, hidup dengan damai keluarga kecil yang akhirnya membesar dan memenuhi perkampungan yang luas.
ku beri dagingku untuk kau makan agar kau puas dan kuat dengan apa yang akan kau hadapi sebagai Raja dari kampung yang luas ini.
luas dengan beribu darah merah yang menghiasi setiap wajah yang memandangmu.
saat kau jatuh aku harus ikut jatuh agar aku saja yang di tertawakan.
heh, darah ku sudah habis kau hisap. aku kini kurus kering

sebuah roda melintas di dekatku dengan ruji tajam yang siap melindasku.
tapi kalau memang aku harus hancur, aku tidak usah menunggu untuk berlutut di hadap mu dan memohon padamu untuk menghancurkanku..

heh, aku lelah lunglai dan ingin sendiri...
aku kini tinggal darah dan tulang
berbalut kesalahan yang kau limpahkan padaku..
heh aku benar-benar mati lunglai.....
......

Komentar

Postingan Populer